Kamis, 23 Desember 2010
Bumi
Bumiku yang indah. Bumiku yang elips. Bumiku yang damai dari luar angkasa sana. Di dalam, engkau bergejolak. Antara manusia dan alam saling menghabiskan. Lihatlah eloknya bentukmu. Ciptaan Tuhan yang begitu dasyat. Namun kenapa ada manusia yang hendak mengeringkan lautmu, menggunduli hutanmu, merobohkan gunung-gunungmu hanya untuk kepuasan mereka. Bukan kepuasan kita?
Senin, 20 Desember 2010
Gravitasi Bumi
Aku tak ingin terkalahkan oleh suasana
Suasana suram yang menyedihkan aku
Telah hadir di hadapanku sebuah kesempatan, yang memercikkan cahanya menyilaukan mataku
Rerumputan hijau yang bergoyang tertiup angin, seakan menunjukkan arah ke mana aku harus berjalan menyeret langkah
Di tempat itu, aku berharap akan ada tempat untuk suasana perasaan
Langkah kakiku setapak semakin menjauh dari tempatku berdiri merenung
Tertinggal semuanya, tertinggal khayalan di belakang
Saat muda yang penuh pilihan dan keegoisan akan menjadi boomerang di masa depan
Kecuali yang berbaik perasangka dan tujuan
Ada lubang gelap yang dapat terlalui dari itu
Saat aku tiba di tempat yang tak terbayangkan ini, hanya ada seorang bocah dengan gubuknya yang miring tertarik gravitasi bumi.
Aku bertanya, di mana orang tua dan saudaramu?
Dia menjawab, mereka sedang mencari nafkah untuk hidup yang bermartabat
Nafkah yang terpendam di bawah ganasnya ombak samudera
Yang setiap saat harus mereka kalahkan atau terkalahkan demi hidup yang bermartabat
Itulah perjuangan hidup demi kematian
Melawan semua yang keras untuk terpecahkan
Keluhan hanya sebuah hambatan
Semangat adalah jalan terang di masa depan (21/12/2010)
Suasana suram yang menyedihkan aku
Telah hadir di hadapanku sebuah kesempatan, yang memercikkan cahanya menyilaukan mataku
Rerumputan hijau yang bergoyang tertiup angin, seakan menunjukkan arah ke mana aku harus berjalan menyeret langkah
Di tempat itu, aku berharap akan ada tempat untuk suasana perasaan
Langkah kakiku setapak semakin menjauh dari tempatku berdiri merenung
Tertinggal semuanya, tertinggal khayalan di belakang
Saat muda yang penuh pilihan dan keegoisan akan menjadi boomerang di masa depan
Kecuali yang berbaik perasangka dan tujuan
Ada lubang gelap yang dapat terlalui dari itu
Saat aku tiba di tempat yang tak terbayangkan ini, hanya ada seorang bocah dengan gubuknya yang miring tertarik gravitasi bumi.
Aku bertanya, di mana orang tua dan saudaramu?
Dia menjawab, mereka sedang mencari nafkah untuk hidup yang bermartabat
Nafkah yang terpendam di bawah ganasnya ombak samudera
Yang setiap saat harus mereka kalahkan atau terkalahkan demi hidup yang bermartabat
Itulah perjuangan hidup demi kematian
Melawan semua yang keras untuk terpecahkan
Keluhan hanya sebuah hambatan
Semangat adalah jalan terang di masa depan (21/12/2010)
Minggu, 19 Desember 2010
Membanggakan

Kemenangan 1-0 Indonesia atas Filipina tadi malam di stadion utama Gelora Bung Karno telah menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia. Pasalnya, Indonesia sukses melaju ke final Piala AFF 2010. Sukses ini juga tak lepas dari dukungan pemain ke-12 yang tak henti-hentinya memberi semangat. Tidak hanya di stadion, namun juga di tempat-tempat nonton bareng. Semua masyarakat Indonesia bergembira menyambut kemenangan yang diraih Timnas. Dengan kemenangan ini, Indonesia unggul aggregat 2-0 dari Filipina. Pada pertandingan sebelumnya Indonesia juga mengalahkan Filipina dengan skor dan pencetak gol yang sama. Pencetak dua gol ke gawang Filipina adalah pemain naturalisasi dari Uruguay, yaitu Cristian 'El Loco' Gonzales. Pemain ini memang sangat menakutkan lawan jika diberi kesempatan di depan gawang. Dua gol yang diciptakan ke gawang Filipina juga berkat kelihaiannya melihat kesempatan. Terbukti saat 'El Loco' (julukkan Gonzales) mencetak gol ke gawang Filipina di pertemuan pertama. Gol Gonzales ke gawang Filipina pada leg pertama memanfaatkan kekeliruan penjaga gawang Filipina. Dengan tandukan kepalanya yang terarah, bola menikung masuk ke dalam jala gawang Filipina. 1-0 untuk kemenangan Indonesia. Gol di leg kedua lebih eksotik, tendangan langsung kaki kiri Gonzales dari luar kotak penalti tidak dapat dijangkau oleh kiper Filipina. Sehingga bola masuk tepat di pojok kanan gawang. Dengan kemenangan ini, Indonesia dipastikan melaju ke final. Inilah kali keempat Indonesia masuk final di kejuaraan sepak bola se-Asia Tenggara ini. Sebelumnya Indonesia pernah masuk final pada 2000, 2002, dan 2004. Namun, selama tiga kali masuk final, Indonesia selalu menjadi runer-up. Inilah saatnya Indonesia menjadi juara. Dengan masuknya dua pemain naturalisasi Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales juga telah membuat perbedaan dan perubahan yang baik bagi persepakbolaan Tanah Air. Tiket Final telah didapat. Kini saatnya konsentrasi penuh demi memenangkan pertandingan final melawan Malaysia pada 26 dan 29 Desember mendatang. Good luck Indonesia! Good bless Indonesia. Garuda in our chest!
Selasa, 14 Desember 2010
Hal Terbaik yang Perlu Dilakukan Sekarang
Langganan:
Postingan (Atom)


