Selasa, 06 Maret 2012




Fakta Sejarah Penting untuk Generasi Muda
Ketika Imam al-Gazali bertanya kepada murid-muridnya, apa yang paling jauh dengan kita? Di antara murid-murid tersebut menjawab, Negeri Cina, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Gazali berkata: “Jawaban kalian betul semua, tapi yang paling benar adalah masa lalu”. Ya, itu memang jawaban yang sangat bijak. Kendaraan apapun yang kita gunakan, tak akan pernah mengantar kita menuju masa lalu. ya, itu memang dakta yang tidak dapat dirubah lagi. Sejarah adalah kejadian masa lalu  yang tak mungkin lagi kita jamah. Namun sejarah meninggalkan beberapa tanda agar kita mengenalnya atau mengetahuinya. Tanda itulah yang menjadi fakta bahwa tempat, kejadian, dan waktu pernah terjadi saat itu.
Lalu, bagaimana dengan kredibelitas peninggalan sejarah tersebut? Apakah itu betul-betul benda yang terkait di dalamnya, atau hanya akal-akalan manusia saja yang ingin menutupi fakta sejarah. Sebuah tengkorak yang ditemukan di bunker tempat persembunyian Hitler semasa perang berlangsung oleh pasukan Rusia di akhir perang dunia ke-2 ditengarai sebagai tengkorak Hitler. Namun belakangan fakta itu ditampik oleh beberapa ilmuan ahli forensik. Para ilmuan meyakini bahwa tengkorak itu adalah milik seorang wanita. Sementara Hitler sendiri adalah seorang laki-laki. Jadi sangat bertentangan dengan rasional.
Ternyata fakta yang mengarah bahwa itu adalah tengkorak Hitler tidak benar. Lalu bagaimana nasib Hitler saat itu? Di mana dia? Hingga saat ini pun masih menjadi misteri. Bahkan ada pemberitaan yang mengatakan Hitler lari ke Indonesia dan meninggal dikubur di Surabaya dengan nama dr. Poch. Semua itu tidak akan simpang-siur jika ditemukan fakta yang akurat. Fakta yang mengarah bahwa Hitler telah mati. Sejauh ini bukti-bukti yang mengarah terhadap meninggalnya sang Fuhrer hanya berupa sofa yang berlumur darah dan tengkorak saja (padahal tengkorak wanita).
Ternyata fakta sejarah sangat penting untuk menguak kebenaran. Jangan sampai kaum muda terbohongi oleh fakta-fakta yang tidak benar. Maka dari itu, generasi muda pada khususnya harus belajar how to read dan how to write fakta sejarah dalam pikirannya. Kaum muda harus banyak-banyak bertanya, betulkah seperti itu? Mengapa seperti itu? Dapatkan informasi yang akurat melalui belajar sejarah.
Seringkali penulisan sejarah dijadikan sebagai alat penyebar ideologi. Sehingga, sebagai contoh, sangat di mungkinkan penulisan sejarah dari masa Orde Lama hingga Orde Reformasi berisi doktrin-doktrin yang mendukung masing-masing zamannya. Dalam metode penulisan sejarah, memang tidak bisa di lepaskan dari hukum kausalitas. Karena itu, perlu adanya pembeberan tentang latar belakang dan sebab-akibat sebuah peristiwa secara detail. Sudah menjadi keniscayaan sejarah bahwa setiap peristiwa pasti punya sebab-musabab. Dengan diketahuinya fakta-fakta sejarah, secara tidak langsung juga telah berupaya melindungi sejarah.

Anak Muda Karakter Bangsa
Pada saat saya pergi ke sebuah pesantren di Jombang, saya bertemu dengan seorang anak muda lulusan pesantren tersebut. Saat itu dia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Menurut pengakuannya, dia merupakan salah satu anggota organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI). Berbincang-bincang dengannya sangat menyenangkan. Dia sangat bersemangat dan bergairah mendiskusikan tema perbincangan. Pada saat saya tanyakan mengenai peran sejarah dalam perkembangan bangsa ini. Saya mendengarkan jawaban yang sangat kritis darinya. Dengan penuh percaya diri dia mengatakan “Sejarah dibuat menakutkan,”. Menurutnya, sejarah Indonesia khususnya, adalah sebuah kisah yang ambigu untuk diungkap kebenarannya. Banyak tragedi-tragedi yang belum terungkap hingga kini. Seperti kejadian Surat Perintah Sebelas Maret atau yang lebih dikenal dengan sebutan Supersemar dan kejadian G 30 S/ PKI.
Memang apa adanya yang diungkapkan teman saya tadi. Saya juga sempat berkata dalam hati, “Menakutkan atau dia sendiri yang takut terhadap sejarah?”. Ada benarnya jika membahas mengenai Supersemar dan G 30 S/ PKI terdapat banyak kejanggalan dalam pembahasannya. Untuk cerita Supersemar, siapa yang berada di dalam kantor Soekarno saat penyerahan Supersemar? Apakah Soekarno menandatangani surat tersebut dalam keadaan sadar,  ataukah di bawah todongan pistol? Pada masa Orde Baru, masyarakat takut membicarakan hal tersebut. Jadi, selama hampir 32 tahun Orde Baru berkuasa di negeri ini, selama itu pula  tak banyak orang  yang membicarakannya. Semua orang takut terjadi hal-hal yang buruk jika mebicarakan mengenai pemerintahan. Sampai saat ini pun informasi tetap simpang siur. Tak ada kejelasan yang pas dan kuat. Salah satu saksi mengatakan bahwa Soekarno menandatangani Supersemar di bawah todongan pistol. Sementara saksi yang lain mengatakan hal itu tidak benar. Seakan tidak ada jalan keluarnya. Bahkan sampai Soeharto wafat pun, kejelasannya belum terungkap. Hanya Tuhan yang tahu!

Melihat kejadian di atas, ternyata sejarah juga tak ingin menampakkan kejelekannya. Seandainya saat itu para pelaku sadar bahwa kejadian tersebut akan menjadi sejarah di saat ini, tentu mereka menginginkan masyarakat saat ini berfikiran yang baik tentang mereka. Mungkin juga mereka sadar kalau kejadian itu akan menjadi sejarah, namun mereka mengingkarinya. Sebagai manusia biasa, mereka pasti berharap dikenang sebagai pahlawan yang baik. Bagaimana jika ingin dikenang sebagai pahlawan yang baik? Tentunya mereka harus berbuat baik. Ada istilah yaitu “mendem jeru mikul dhuwur”. Sejelek apapun seorang pahlawan, sepatutnya kita pendam dalam-dalam kekhilafannya. Namun sebaliknya, segala jasa kebaikannya kita junjung tinggi.
Namun kebaikan yang dimaksud bukanlah kebaikan yang dibuat-buat. Kita tak perlu menghargai kebaikan yang dubuat-buat  karena kebaikan yang dibuat-buat itu adalah riya’. Dasarilah kebaikkan itu dengan keikhlasan.Tuhan pasti akan membalas segala yang dilakukan hamba-Nya. Baik buruk dan baik, semua akan ada balasannya. Maka dari itu, mari kita ciptakan sejarah yang baik agar Tuhan membalasnya dengan kebaikan pula bagi generasi di masa mendatang. Untuk menciptakan sejarah yang baik itu, harus dimulai dari sekarang juga dan jangan ditunda-tunda! Saat muda yang penuh peluang untuk bertindak seperti ini semestinya kita jadikan momentum untuk mencetak sejarah yang bermaratabat dan baik di masa depan. Anak muda menjadi karakter sebuah bangsa, maka ciptakanlah karakter bangsa yang hebat melalui generasi mudanya.
Teman-teman, ini bahan tambahan powerpoint EYL yang aku terima dari Bu Fardini. Silahkan didownload dan juga pastinya dipelajari. Terima kasih :)

http://www.ziddu.com/download/18793992/Attachments_2012_03_7.zip.html

Selasa, 28 Februari 2012

Teman-teman, yang mengambil mata kuliah EYL, silahkan download file powerpoint yang aku dapat dari Bu Fardini di sini. Terima kasih :)

http://www.ziddu.com/download/18726168/Attachments_2012_02_28.zip.html

Kamis, 23 Februari 2012


Aku Hidup
Hidup itu seperti aku…
Saat aku mencoba
Hidup itu seperti aku…
Saat aku berkhayal
Keinginanku seperti saat aku mencoba dan berkhayal…

            Ketika yang jauh itu sudah mendekat…
            Ketika yang tak ada itu sudah terlihat
            Semakin perih juga jalan menggapainya…

Bunga yang indah tak bisa seterang matahari…
Sungguh-sungguh tiada akhir cerita derita ini…
Jika aku bisa terbang
Aku akan sembunyi di balik bulan untuk istirahat
Dan… jika aku kembali nanti
Yang kucoba dan kukhayal sungguhlah milikku untuk selamanya…
(Benni, 21/8/2008)

Sabtu, 14 Januari 2012

Savana in Bromo

Ini di daerah savana Gunung Bromo. Letusan Gunung Bromo tidak mengarah ke tempat ini, sehingga tempat ini tetap terjaga keindahan dan kehijauannya.

Kawasan Bromo

Ketika berada di sebuah tempat yang tepat untuk melihat kawasan Gunung Bromo dan Batok

It was in Bromo

Bersama dengan teman-teman yang lain, akhir tahun 2011 kami berkunjung ke Bromo. Sebuah pengalaman yang menarik dan menyenangkan. Menikmati keindahan pesona Gunung Bromo dan hamparan lautan pasirnya.