Fakta Sejarah Penting untuk Generasi Muda
Ketika
Imam al-Gazali bertanya kepada murid-muridnya, apa yang paling jauh dengan
kita? Di antara murid-murid tersebut menjawab, Negeri Cina, matahari, bulan,
dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Gazali berkata: “Jawaban kalian betul semua,
tapi yang paling benar adalah masa lalu”. Ya, itu memang jawaban yang sangat
bijak. Kendaraan apapun yang kita gunakan, tak akan pernah mengantar kita
menuju masa lalu. ya, itu memang dakta yang tidak dapat dirubah lagi. Sejarah
adalah kejadian masa lalu yang tak
mungkin lagi kita jamah. Namun sejarah meninggalkan beberapa tanda agar kita
mengenalnya atau mengetahuinya. Tanda itulah yang menjadi fakta bahwa tempat,
kejadian, dan waktu pernah terjadi saat itu.
Lalu,
bagaimana dengan kredibelitas peninggalan sejarah tersebut? Apakah itu
betul-betul benda yang terkait di dalamnya, atau hanya akal-akalan manusia saja
yang ingin menutupi fakta sejarah. Sebuah tengkorak yang ditemukan di bunker
tempat persembunyian Hitler semasa perang berlangsung oleh pasukan Rusia di
akhir perang dunia ke-2 ditengarai sebagai tengkorak Hitler. Namun belakangan
fakta itu ditampik oleh beberapa ilmuan ahli forensik. Para ilmuan meyakini
bahwa tengkorak itu adalah milik seorang wanita. Sementara Hitler sendiri
adalah seorang laki-laki. Jadi sangat bertentangan dengan rasional.
Ternyata
fakta yang mengarah bahwa itu adalah tengkorak Hitler tidak benar. Lalu
bagaimana nasib Hitler saat itu? Di mana dia? Hingga saat ini pun masih menjadi
misteri. Bahkan ada pemberitaan yang mengatakan Hitler lari ke Indonesia dan
meninggal dikubur di Surabaya dengan nama dr. Poch. Semua itu tidak akan
simpang-siur jika ditemukan fakta yang akurat. Fakta yang mengarah bahwa Hitler
telah mati. Sejauh ini bukti-bukti yang mengarah terhadap meninggalnya sang Fuhrer
hanya berupa sofa yang berlumur darah dan tengkorak saja (padahal tengkorak
wanita).
Ternyata
fakta sejarah sangat penting untuk menguak kebenaran. Jangan sampai kaum muda
terbohongi oleh fakta-fakta yang tidak benar. Maka dari itu, generasi muda pada
khususnya harus belajar how to read dan how to write fakta
sejarah dalam pikirannya. Kaum muda harus banyak-banyak bertanya, betulkah
seperti itu? Mengapa seperti itu? Dapatkan informasi yang akurat melalui
belajar sejarah.