Senin, 20 Desember 2010

Gravitasi Bumi

Aku tak ingin terkalahkan oleh suasana
Suasana suram yang menyedihkan aku
Telah hadir di hadapanku sebuah kesempatan, yang memercikkan cahanya menyilaukan mataku
Rerumputan hijau yang bergoyang tertiup angin, seakan menunjukkan arah ke mana aku harus berjalan menyeret langkah

Di tempat itu, aku berharap akan ada tempat untuk suasana perasaan
Langkah kakiku setapak semakin menjauh dari tempatku berdiri merenung
Tertinggal semuanya, tertinggal khayalan di belakang
Saat muda yang penuh pilihan dan keegoisan akan menjadi boomerang di masa depan

Kecuali yang berbaik perasangka dan tujuan
Ada lubang gelap yang dapat terlalui dari itu
Saat aku tiba di tempat yang tak terbayangkan ini, hanya ada seorang bocah dengan gubuknya yang miring tertarik gravitasi bumi.
Aku bertanya, di mana orang tua dan saudaramu?
Dia menjawab, mereka sedang mencari nafkah untuk hidup yang bermartabat
Nafkah yang terpendam di bawah ganasnya ombak samudera
Yang setiap saat harus mereka kalahkan atau terkalahkan demi hidup yang bermartabat

Itulah perjuangan hidup demi kematian
Melawan semua yang keras untuk terpecahkan
Keluhan hanya sebuah hambatan
Semangat adalah jalan terang di masa depan (21/12/2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar