
ü Ketika Rasulullah saw ditanya oleh seorang laki-laki, “Siapakah yang paling berhak terhadap baktiku?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “kemudian siapa?” Beliau menjawab “Ibumu”. Ia bertanya lagi “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab “Bapakmu” [al-Bukhari:5971, Muslim:2548].
ü Abdullah bin Mas’ud r.a berkata.”Aku bertanya kepada Nabi saw, amal apa yang paling dicintai Allah Ta’ala?”. Beliau menjawab, “berbakti kepada kedua orangtua”. Aku bertanya lagi, kemudian apa lagi? Beliau menjawab “jihad di jalan Allah”. [HR.al Bukhari:5970].
ü Pernah suatu ketika seorang laki-laki menghampiri Nabi saw dan meminta izin untuk berjihad, Nabi saw bertanya, “Apakah kedua orangtuamu masih hidup?” laki-laki itu menjawab “Ya”. Nabi saw bersabda, “kalau begitu berjihadlah pada keduanya”. (Muttafaq ‘alaih; [al-Bukhari:3004, Muslim:2549).
ü Seorang laki-laki Anshar datang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, masih adakah bakti wajibku kepada kedua orangtuaku yang harus aku lakukan setelah mereka meninggal?” Nabi saw menjawab, ”Ada, yaitu empat hal, mendoakan keduanya, memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan janji keduanya, menghormati teman-teman keduanya dan menyambung tali persaudaraan (silaturrahmi) yang tidak ada hubungan rahim denganmu kecuali melalui keduanya. Itulah sisa bakti yang harus kau lakukan terhadap keduanya setelah mereka meninggal”. (HR. Abu Daud [5142]).
ü Rasulullah bersabda “Sesungguhnya ketaatan itu pada kebaikan” (HR. Muslim: [1840]).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar